Kalau Bisa yang Seiman

Ya apalagi kalau bukan soal jodoh. Bagi yang belum mendapatkan pasangan, usahakan sebisa mungkin seiman. Bukan karena saya membawa-bawa masalah agama, tapi ini pengalaman sahabat saya.

 Ketika kuliah, 2 sahabat saya jadian. Mereka pasangan yang serasi, sama-sama pintar,aktif, pasangan cantik dan ganteng, pokoknya ideal. Selama ini perjalanan cinta mereka sepertinya landai saja, hampir 4 tahun bersama. Awalnya orang tua masing-masing agak tidak setuju, karena apalagi kalau bukan soal keyakinan. Tapi dengan usaha keras mereka akhirnya kedua keluarga sama-sama bisa menerima. Mereka ini pasangan yang kocak dan santai, setiap kali saya atau teman-teman yang lain tanya, mau nikah dimana? Jawaban mereka pasti…Hongkong, :D, sambil guyon. Kemudian saat saya sharing dengan si sahabat cewek, ‘’sudah dipikir baik-baik kah, nanti anak kalian seperti apa, namanya juga kalau arahnya serius, mau tak mau harus dipikirkan”, jawaban si cewek adalah, terserah anak-anak nanti, semua bebas memilih. Jujur, saya tanya begitu bukan karena saya usil. Saya tanya karena sebagai sahabat dekat ingin memastikan keseriusan dan kesiapan mereka sejauh apa.


 Setelah lulus kuliah, si cewek kerja jadi pramugari, dan cowok kerja di salah satu perusahaan automotif. Mereka sudah tunangan dan persiapan matang untuk menuju jenjang serius. Nah, tiba-tiba muncul masalah, bukan karena ortu mereka, karena pada dasarnya saat ini kedua orang tua sama-sama setuju. Masalahnya justru di mereka berdua sendiri. Si cewek tiba-tiba kurang yakin dan merasa ragu untuk melangkah, takut nantinya seperti apa, dan masalah keyakinan yang dulu tak pernah di anggap malah sekarang jadi penyebab utama. Tiba-tiba si cewek berfikir, keyakinan yang sama jauh lebih baik, nah loh..gimana, sedangkan keduanya bertahan pada iman masing-masing. Dan akhirnya sekarang mereka bubar.

 Di balik bubarnya mereka, saya tetap bangga, kedua sahabat saya itu masih teguh terhadap iman. Ya meski, kesedihan pada keduanya tampak sangat dalam, mungkin butuh waktu saja untuk sembuh. Yang jelas, mereka pasti sama-sama mendapat pelajaran berharga dari pengalaman ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Kompasiana