Saya Lebih Suka Solusi, Bukan Kambing Hitam

”Saya lebih suka solusi, bukan kambing hitam”. Kalimat itu adalah kalimat yang lumayan sering muncul dari atasan kami pada saat awal saya bekerja dulu. Biasanya jika ada meeting, dia akan marah jika antar departemen saling menyalahkan. Marketing merasa tidak bisa memenuhi sales order karena barang jadi stocknya tak mencukupi, intinya menyalahkan departemen produksi. Produksi menyalahkan PPIC karena penataan jadwal yang amburadul atau bisa saja menyalahkan teknik karena maintenance mesin tak maksimal. Nanti, PPIC menyalahkan purchasing karena stock bahan baku kurang makanya penjadwalan amburadul. Purchasing menyalahkan Finance karena sokongan keuangan yang tak maksimal. Dan ujung-ujungnya finance menyalahkan marketing lagi, uang ga bisa masuk karena penjualan tak mencapai target….begitu saja berputar seperti lingkaran setan. Salah menyalahkan, mungkin dengan menyalahkan orang lain merasa lega dan tanggung jawab lepas sekaligus berprestasi bak pahlawan, menunjukkan bahwa sesungguhnya bukan dirinya yang salah tapi orang lain. Apakah perusahaan butuh itu, tidak, jawabannya menyalahkan pihak lain tak membuat perusahaan lebih maju. Tapi semenjak sang CEO sering sekali mengutarakan kalimat seperti di awal tadi, salah menyalahkan ini tak pernah terjadi lagi. Yang ada adalah bersatu padu, kooperatif mencari solusi meski tetap saja disertai perang urat saraf, tapi ga apa-apa, toh untuk mencari jalan demi kebaikan perusahaan. Dan hasilnya, raport hijau keuangan yang membuat siapa saja menjadi tersenyum lebar.

Sayangnya kalau di pemerintahan kok belum ada semboyan ini ya. Alangkah baiknya jika semboyan ini diterapkan juga, supaya para menteri, lembaga tinggi, institusi negara bersatu padu memberi solusi yang baik untuk negara dalam berbagai bidang. Bolehlah anda-anda yang di atas itu debat ria di rapat kabinet, di pertemuan antar lembaga,tapi setelah itu harus mencapai satu kesepakatan dan anda semua mengeluarkan statement smart secara kompak ke masyarakat. Ga seperti saat ini, tiap orang yang ditodong menjadi penanggung jawab malah sibuk mencari kambing hitam. Sibuk mencokot menteri lain atau departemen lain. Misalnya BNN dan Kementerian hukum dan HAM yang saling menyalahkan, atau dalam kasus Bu Ruyati, kemenlu,kementerian hukum dan Ham, serta kementerian tenaga kerja juga begitu,ga kompak cari selamat sendiri2, sudah seringlah di Indonesia ini kejadian seperti itu. Prinsip cari aman adalah hal yang dikedepankan. Akhirnya rakyat yang membayar mereka ga dapat apa-apa, cuma dapat menonton konflik saja seperti sinetron. Dan ujung2nya yang ada malah bikin orang awam seperti saya hanya bisa cenat cenut liat berita di TV. Mending lari nonton infotainment atau main game the apprentice,hkhkhk,
 *malah tambah ga pinter :p.

 JADI BAPAK IBU PEMERINTAH BESERTA SEGENAP APARAT LEMBAGA TINGGI NEGARA, KAMI BUTUH SOLUSI, GA BUTUH KAMBING HITAM. Selamat bekerja. Dan selamat ngegame the apprentice buat saya. Di game , saya lagi di marahi Donald Thrump, i dissapointed with you katanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Kompasiana